Selamat Datang di Website Resmi Desa Tambaharjo Kecamatan Pati Desa Tambaharjo Pati Official

Jumat, 21 Agustus 2015

POTENSI DESA


A. Sumber Daya Manusia
1. Pendidikan
Ditinjau dari segi pendidikan masyarakat desa Tambaharjo  terbilang cukup baik dilihat dari hasil survei peserta KKN yang dilakukan secara langsung interaktif dengan kepala desa setempat dan memperoleh data sebagai berikut :
Sebagian besar masyarakat desa Tambaharjo sudah mengalami perkembangan yang dulunya hanya tamatan SD,SMP sekarang sudah mulai berkembang, yaitu sudah kejenjang yang lebih tinggi yaitu SD,SMP,SMA dan Sarjana itu pun hanya beberapa persen saja, namun sekarang pemerintah sudah memperhatikan dunia pendidikan yang mana berdampak masyarakat menjadi paham betapa pentingnya pendidikan.
Dengan perkembangan sekarang ini telah menunjukan kemakmuran yang berdampak pada bidang lain misalkan ekonomi, kesehatan dan pemberdayaan lingkungan.

2. Ekonomi
Perekonomian desa Tambaharjo terbilang cukup mapan, ini dilihat dari beberapa hasil panen yang bagus dari pertanian, dan masyarakat desa pada umumnya bekerja sebagai pedagang dan petani.
Pertanian                     : Padi dan Tebu
Merantau                     : Pedangan dan Buruh Pabrik
Peternakan                   : Sapi, Itik.
Kewirausahaan              : Alat perontok padi, Petis dan Getuk Runting
Home Industri               : Industri Pucak Masjid

3. Kesehatan
Kesehatan di desa Tambahsari sudah cukup baik,  dilihat dari hasil survey peserta KKN terdapat 7 Poyandu yang dilakukan setiap 1 bulan sebanyak 1 kali yaitu pada minggu khusus untuk balita, ibu hamil dan untuk lansia.

4. Pemberdayaan Lingkungan
Lingkungan di desa ini sudah terbilang asri dan cukup nyaman akan tetapi apabila kita mengadakan kerja bakti membersikan selokan atau lingkungan di desa ini, karena desa ini tidak hanya perkampungan biasa namun sebagian ada perumahan yang akan semakin maju karena terbebas dari suatu penyakit.


B. Sumber Daya Alam
Desa Tambaharjo terbilang desa yang subur, ini diperhatikan dari pertanian yang menghasilkan panen yang menjadi unggulan selama ini,  misalnya padi dan Tebu.

Rabu, 19 Agustus 2015

Petis Runting Kuliner Khas Pati

Apa itu petis runting? 

Petis runting adalah kuliner khas Pati semacam gule, berbentuk cair namun agak kental, terbuat dari tepung beras agak kasar yang disangrai dengan bahan daging kambing atau balungan/tulang kambing, sum-sum yang biasa dinikmati dalam kondisi panas. Biasanya, petis runting dimakan dengan sate dengan minuman pendampingnya adalah es teh, teh anget, es jeruk, atau jeruk anget. Mantap dan mak nyus sekali, bukan?


Asal-usul petis runting  

Petis runting diambil dari kosa kata "petis" dan "runting". Petis menurut sejumlah warga Pati adalah semacam makanan cair sedikit kental yang terbuat dari tepung beras kasar yang disangrai. Sementara itu, runting diambil dari nama desa atau salah satu di desa di kelurahan Tambaharjo. Penamaan petis runting bermula dari Desa Runting sehingga dikatakan sebagai petis runting.


Meskipun demikian, istilah petis sebetulnya sudah populer sangat lama di daerah Runting, Wedarijaksa, dan sejumlah daerah di Pati bagian tengah-utara. Beberapa warga Pati tidak banyak yang mengenal petis. Bahkan, masyarakat Pati wilayah selatan banyak yang tidak mengetahui apa itu petis sebagai kuliner yang menggugah selera dari Kota Pati. Legenda Petis hanya berlaku secara getuk tular atau tutur warga sekitar Pati tengah-dan beberapa di utara, mulai dari Desa Bongsri, Runting, hingga Kecamatan Wedarijaksa.

Baru setelah ada sejumlah media yang mempublikasikan petis, maka petis baru diketahui publik sebagai kuliner asli Pati. Saat diketahui publik pula, petis yang dikenal dari Desa Runting sehingga kemudian petis dijuluki dengan penambahan runting sehingga dikenal dengan petis runting. Mengenai asal-usul petis, petis sudah sejak zaman dulu menjadi kuliner legendaris warisan leluhur orang Pati di sekitar daerah Desa Runting, Pati.

Tradisi membuat petis di setiap keluarga biasa dilakukan saat Lebaran Idhul Adha tiba. Hal ini dikarenakan banyaknya daging kambing yang dibagikan saat Idhul Adha. Sementara kita tahu, harga daging kambing cukup mahal sehingga momentum untuk membuat dan memasak petis di Hari Raya Idhul Adha menjadi kesempatan emas bagi warga. Petis khas Pati ini disukai semua kalangan masyarakat lintas generasi. 


Harga petis runting 

Harga petis runting yang ditawarkan di masing-masing warung petis berbeda. Berbeda warung berbeda harga. Berbeda desa berbeda harga. Namun demikian, harga yang terpaut sangat tipis, antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Kualitas petis yang ditawarkan juga memengaruhi harga. 

Adapun harga yang biasa dijumpai untuk melahap satu porsi petis adalah sekitar Rp. 5.000 hingga Rp. 7.000. Kalau dijumpai harga Rp 10.000 atau Rp 15.000, biasanya sudah termasuk paket dengan sate, kikil, telinga, lidah, atau tambahan lainnya. Kalau petis yang dijual secara sederhana hanya dengan sepotong balungan sapi atau kambing, biasa dijual dengan harga Rp 1.000 (seribu rupiah). 



Di mana mendapatkan petis runting 

Untuk mendapatkan petis runting di warung, cukup berkunjung ke beberapa desa, antara lain Desa Runting, Desa Gadungan (sebelah timur desa Runting), Desa Payang, dan beberapa desa di kecamatan Wedarijaksa. Dulu, di Tambahsari juga ada penjual petis legendaris, namun sekarang sudah tidak ada lantaran orangnya sudah meninggal. 

Warung petis agak susah dijumpai karena harus masuk desa. Meski begitu, sekarang sudah ada beberapa penjual atau warung petis yang berada di pinggiran jalan raya, seperti warung petis di dekat pinggir jalan raya runting dekat dengan SMA/SMK Muhammadiyah Pati.



Selasa, 18 Agustus 2015

Alasan Mengapa Blog Desa Tambaharjo Ini Dibuat

Globalisasi telah meruntuhkan dinding-dinding pembatas yang memisahkan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Teknologi internet adalah contoh nyata bagaimana proses tersebut dapat terjadi begitu cepat.

Masyarakat di seluruh dunia dapat saling mengenal tanpa harus kontak fisik. Mereka dapat bertemu di internet. Segala hal memungkinkan untuk dilakukan disini.
Desa Tambaharjo, kami perkenalkan kepada dunia yang tidak berbatas ini dengan harapan Desa  Tambaharjo dapat diakses oleh seluruh masyarakat dunia. Khususnya mereka yang memiliki kepentingan untuk desa tersebut.
Blog ini dibuat oleh mahasiswa dari Universitas Muria Kudus yang melakukan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk KKN. Program tersebut diadakan pada 1 Agustus hingga 31 Agustus 2015.